Ngerokok = Cinta Buta

Layaknya diselingkuhin selama 50 tahun, dan setelah ketahuan... tetep dipacarin

Ditulis oleh Prama Aditya pada 1 September 2015

Author’s note: Beberapa waktu silam, gw punya ide untuk bikin channel edutainment Youtube bahasa Indonesia. Setelah beberapa minggu ngobrol sama temen-temen gw akhirnya memilih topik Rokok untuk episode pertama. Post ini gw buat sebagai outline dari videonya dan untuk nerima masukan apapun dari kebenaran sumber sampai pemilihan cara penyampainnya.


Rokok.

Sekarang bahaya rokok sudah diketahui banyak orang. Tapi anehnya peraturan tentang gambar peringatan bahaya merokok di bungkus rokok Indonesia baru ada dari tahun 2013, setelah keluarnya Peraturan Menteri Kesehatan nomor 28[1].

Padahal bahaya rokok sudah diketahui sejak tahun 1920.

Semenjak tahun 1920 ilmuwan sudah tahu bahwa asap tembakau mengandung beberapa bahan-bahan yang beresiko membahayakan: Karbon Monoksia, Hidrogen Sianida (Senjata Gas Beracun), Hidrogen Sulfida (Gas Belerang) dan Formalin. Bahan-bahan yang biasa ditemukan di bahan-bahan industrial[2].

Dan pada sekitar tahun 1920-an juga, seorang kimiawan bernama Angel Honorio Roffo berhasil menunjukkan bahwa tar pada tembakau yang dibakar bisa menyebabkan kanker atau karsinogen [3]. 1920!

Lalu, kenapa bisa di tahun 1950-an, 30 tahun semenjak ilmuwan tahu ada bahan-bahan berbahaya tersebut, bisa ada iklan-iklan rokok seperti ini?


Berani Tahu?

Iklan-iklan barusan bisa ditayangkan di televisi karena selama puluhan tahun publik berhasil ditipu dan percaya bahwa rokok itu menyehatkan.

Karena semenjak tahun 1950, terjadi salah satu konspirasi dan penipuan terbesar sepanjang sejarah selama 50 tahun[4].

Konspirasi ini melibatkan 6 perusahaan tembakau terbesar di dunia:

  1. Phillip Morris (Sampoerna, Marlboro,dll)
  2. RJ Reynolds (Camel, Winston, dll)
  3. Brown & Williamson
  4. Lorillard Tobacco
  5. The Liggett Group
  6. The American Tobacco Company.

Para perusahaan tersebut berkonspirasi untuk

  • menutupi fakta tentang bahaya rokok
  • membohongi publik tentang bahaya asap rokok
  • menyangkal sifat adiktif nikotin
  • secara terang-terangan menargetkan anak muda untuk merekrut perokok baru
  • dengan sengaja menolak pembuatan rokok yang lebih aman dan kurang adiktif.

Konspirasi Dimulai

Desember, 1953

Para perwakilan perusahaan berkumpul di Plaza Hotel di New York City untuk mendiskusikan respon yang terkoordinir kepada beberapa penelitian. Penelitian-penelitian yang berpotensi menghancurkan seluruh industri rokok dan tembakau.

Penelitian ini menjelaskan bahaya kesehatan dari merokok, terutama kanker paru-paru. Bahkan beberapa adalah hasil penelitian ilmuwan perusahaan-perusahaan tersebut [5-8].

Semua perwakilan berkonspirasi untuk merespon bukti ilmiah tentang bahaya merokok dengan menyangkal dan menipu publik dengan mengatakan bahwa bahaya rokok masih merupakan tanda tanya… walaupun para perusahaan tahu betul bahwa rokok benar-benar berbahaya.

Januari, 1953

Keenam perusahaan merilis pernyataan bersama bertajuk “Frank Statement to Cigarette Smokers” yang dirilis di berbagai koran. Tujuan dari pernyataan ini adalah untuk membuat publik ragu akan hasil-hasil peneliatan tentang bahaya Rokok.

Dan sampai tahun 2001 (nyaris 50 tahun), keenam perusahaan ini terus memanipulasi dan menipu persepsi publik tentang bahaya rokok tanpa ada yang tahu

Penipuan 1: Rokok itu Sehat

Untuk menjaga persepsi publik bahwa rokok tidak membahayakan kesehatan, para perusahaan rokok memaksa para ilmuwannya untuk memanipulasi laporan hasil penelitian mereka agar berbunyi rokok tidak berbahaya.

Jeffrey Wigand, mantan Wakil Presiden R&D dari perusahaan Brown and Williamson (1989-1993) bersaksi bahwa dirinya dipaksa untuk mengubah hasil penelitiannya agar sesuai dengan “suara” perusahaan dan mengilangkan temuan-temuan yang dapat digunakan untuk menuntut perusahaan.

William Farone, mantan Direktur Riset Philip Morris (1976-1984) bersaksi bahwa saat para perusahaan secara publik menyangkal adanya penyakit yang disebabkan rokok, sebenarnya perusahaan sudah memiliki cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa menghirup asap rokok akan menimbulkan penyakit. Farone juga mengatakan bahwa para perusahaan rokok bersama membangun Tobacco Institute dengan tujuan utama untuk memanipulasi hasil penelitian ilmiah.

Penipuan 2: Nikotin tidak bikin kecanduan

Saat ini, sifat adiktif nikotin sudah menjadi pengetahuan umum. Namun selama 50 tahun, para perusahaan rokok menyangkal hal tersebut… sambil memanipulasi kandungan nikotin agar konsumen makin kecanduan!

Jefrey Wigand bersaksi bahwa saat rapat di Brown and Williamson, para manajer sering mengatakan mereka adalah perusahaan nikotin, dan dengan sengaja memanipulasi kandungan nikotin yang pas agar konsumen tetap kecanduan.

Dr. Victor Noble, mantan ilmuwan Philip Morris (1980-1984) mengatakan bahwa perusahaannya pernah berusaha untuk menutup penemuannya tentang kecanduan tikus terhadap nikotin. Pada tahun 1984, Philip Morris mengosongkan lab milik Noble tanpa pemberitahuan.

Sebuah dokumen perusahaan RJ Reynolds dari tahun 1973 mencantumkan beberapa metode untuk memanipulasi nikotin, agar perusahaan mampu membuat rokok dengan level kecanduan yang optimal.

Penipuan 3: Rokok tidak menyebabkan Kanker

Setelah hasil penelitian dari Roffo pada tahun 1920 sampai 1940, para perusahaan rokok mulai mengadakan penelitian sendiri tentang bahan-bahan karsinogen (penyebab kanker) di dalam rokok.

Dan pada akhir dekade 50-an, para ilmuwan perusahaan rokok berhasil menemukan puluhan karsinogen seperti arsenik, chromium dan nikel.

Namun itu belum seberapa.

Asap rokok ternyata radioaktif!, dan tentu saja para perusahaan rokok tahu akan hal ini dan tentu saja para perusahaan rokok menutupi pengetahuan ini.

Dokumen rahasia yang dirilis setelah settlement hukum pada tahun 1998 menunjukkan bahwa perusahaan rokok tahu akan keberadaan bahan radioaktif berupa Polonium-210, Lead-210, Uranium-235 dan Uranium-238 semenjak tahun 1959![2].

Bahan radioaktif ini muncul karena penggunaan pupuk dalam penanaman tembakau yang berbasis mineral fosfat. Mineral ini mengikat elemen radioaktif natural dari dalam tanah, dan ketika tanah digemburkan elemen radioaktif ini naik ke udara dan menempel di daun tembakau.

Sebenarnya elemen radioaktif ini dapat dihilangkan dengan mencuci tanamannya dengan asam. Namun hebatnya, perusahaan rokok enggan melakukannya karena takut asam akan mengurangi kadar nikotin dalam tembakau [10].

Jadi…

Para perusahaan rokok tahu bahwa rokok berbahaya, namun untuk memastikan mereka tetap untung, memutuskan untuk menipu kita selama hampir 50 tahun.

Baru setelah perjuangan keras dan panjang, akhirnya pada tahun 2001, konspirasi besar ini berhasil terkuak.

Dokumen-dokumen rahasia berhasil membuktikan bahwa para perusahaan rokok benar-benar menipu kita.

Para mantan karyawan bersaksi bahwa para perusahaan rokok benar-benar memanipulasi persepsi kita.

Selama 50 tahun, kita semua benar-benar ditipu habis-habisan…

Lalu kenapa saat ini industri rokok masih makmur?

Kenapa kalian masih ngerokok?

Kalian yang ngerokok. Setelah 50 tahun ditipu, di main-mainin, dimanipulasi… dan masih aja ngerokok

Kalian yang ngerokok. Kalian ibarat udah pacaran selama bertahun-tahun dan curiga bahwa pacar kalian selingkuh, dan setelah susah payah ternyata terbukti pacar kalian itu selingkuh! Tapi tetep dipacarin.

Dan orang-orang yang ga ngerokok cuma bisa bertanya-tanya, layaknya temen kalian yang bertanya-tanya kenapa kalian masih pacaran sama si orang bangs*t itu:

Kenapa masih lanjut?

Kenapa masih lanjut?

courtesy of https://www.youtube.com/watch?v=C59UW63t3HI

Dasar cinta buta…

Dan tentu, kalian pasti akan punya berbagai macam alasan untuk tetap ngerokok, layaknya kalian mencari berbagai macam alasan untuk tetep pacaran sama si orang bangs*t itu.

Enak… Bikin anget… Ga bisa kerja…

atau malah menyangkal fakta bahwa kamu ditipu/diselingkuhin

Ah lebay, ga sebahaya itu kok… Orang lain aja sirik…

Tapi pada akhirnya, kalian bisa untuk mutusin si bangs*t itu. Kalian bisa untuk melihat rokok sebagai penipu terbesar dalam hidup kalian, dan berhenti demi harga diri kalian.

Tinggal mau atau tidak?


Sumber

[1] Peraturan Menteri Kesehatan nomor 28 tahun 2013

[2] “So About That ‘Glowing’ Cigarette…”

[3] Roffo AH. Krebserzeugendes Benzpyren gewonnen aus Tabakteer. Zeitschrift für Krebsforschung 1939;49:588–97.

[4] “Government case exposed conspiracy of US tobacco giants”

[5] Hanmer HR, [No title]. American Tobacco Company, 11 May 1939. Bates Number: MNAT00637003.

[6] Parmele HB [No title]. Lorillard Tobacco Company, 29 Jul 1946. Bates Number: 04365255-04365256.

[7] Teague C. Survey of cancer research. R.J. Reynolds Tobacco Company, 2 Feb 1953. Bates Number: 501932947-501932968.

[8] Bentley HR, Felton DGI. Reid WW Report on Visit to U S.A. and Canada. “Smoking and Health Research in U S.A.” British American Tobacco Company, 12 May 1958. Bates Number: 105407187-105407194.

[9] Arthur D, Little Inc; “L & M — a perspective review.” 15 Mar 1961. Bates Number: TINY0003153-0003156.

[10] “Cigarette smoke radioactivity has been known to increase lung cancer risk by the tobacco industry for quite some time.”

Jika kamu punya pertanyaan atau komentar, kamu bisa menuliskannya di bawah. Kalau kamu menyukai post ini, kamu bisa menyebarkannya lewat Twitter, Facebook atau Google+. Follow me on Twitter!



Komentar